Cerita Motivasi – Anak Kecil Penjual Bunga

Di sebuah pusat perbelanjaan ada seorang anak perempuan kecil yang menjual bunga mawar kepada orang-orang yang lewat. Anak itu biasa berjualan di sana dari siang hari hingga petang.
Suatu siang saat melewati pusat perbelanjaan, anak kecil itu mendekatiku. ‘Om mau beli bunga mawar, Om? Bisa buat istri atau pacarnya Om, murah kok lima ribu aja.’ kata anak itu. Kutolak dengan halus tawaran itu karena aku terburu-buru. Sempat kulihat di keranjang anak itu masih tersisa sekitar dua puluh tangkai mawar.
Sore harinya aku lewat pusat perbelanjaan itu lagi dan melihat si anak kecil masih menawarkan bunganya. Ia menawarkan bunga lagi padaku, tampaknya lupa siang tadi telah menawarkan bunga. Kutengok keranjangnya masih sekitar empat belas tangkai mawar.
Aku iba dengannya tapi karena aku masih memiliki urusan dan tidak membutuhkan bunga, kutolak dengan halus lalu kuberi anak itu selembar uang lima ribu. Anak itu mengambil uangku lalu memberikannya pada seorang pengemis di dekat sana.
Kutanya anak itu, ‘Kenapa uangnya dikasih ke pengemis? Adik nolak rezeki?’
Anak itu menjawab, ‘Saya ke sini karena disuruh ibu jualan, yang ke sini buat minta-minta pengemis itu. Om salah kasih rezeki.’

 

Cerita Motivasi – Raja dan Laba-Laba

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce. Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England , namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.
Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.
Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya.
Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.
Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.
Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.
“Sungguh kasihan makhluk kecil ini.”
kata Bruce, “Seharusnya kau menyerah saja!”
Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.
Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak: “Aku juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!”
Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

 

Cerita Motivasi – Cincin Ajaib

Seorang bapak tua yang memiliki 3 orang putra, sedang bingung. Ia merasa memiliki sebuah cincin yang dianggapnya bertuah karena sejak digunakan selalu membawa keberuntungan & kesuksesan bagi dirinya. Cincin itu rencananya ingin diwariskan kepada salah satu anaknya, tapi dia khawatir anak yg lain akan mrasa iri. Sebagai solusi, ia pergi ke tukang cincin & membuat 2 cincin yang sama seperti cincin ajaib miliknya.
Keesokan harinya, ia memanggil ketiga putranya, lalu berkata, “Anak2ku, cincin ini sama baiknya, siapa yg memakainya maka dia akan beruntung”.
Tak lama berselang, sang bapak tua itu meninggal dunia. Seiring berjalannya waktu, ketiga putranya tahu bahwa hanya satu cincin yang asli.
Mereka lalu pergi ke seorang hakim yang bijaksana untuk mencari tahu mana cincin yang asli & meminta jalan keluar dan pembuktian.
Setelah merenung & berpikir, hakim bijaksana itu berkata: “Aku tidak dapat menolong kalian, tapi aku tahu sebuah cara utk memastikan cincin yg asli.”
Pakailah cincin kalian masing2..
Kalian yang hrs membuktikan bahwa cincin kalian asli, yaitu dengan bertindak & bekerja dengan baik sehingga kalian menjadi orang yang beruntung”.
Ketiganya bertekad untuk membuktikan cincin mrk yg asli & bertuah.
Mereka berusaha membuktikan pada diri sendiri bahwa keberhasilan & keberuntungan mrk adalah karena cincin ajaib asli pemberian bapak mereka.
Setelah beberapa tahun berlalu, sukses demi sukses mereka raih bersama. Akhirnya merekapun sadar & mengerti bahwa bukan cincin yang membuat mereka sukses, melainkan karena mereka sendiri.
Bukan sesuatu di luar diri Anda yg membuat Anda sukses atau beruntung. Bukan cincin Anda, busana Anda, atau apapun yg Anda kenakan.
Tetapi yg menentukan keberhasilan adalah keuletan, Doa, bersyukur,dan Usaha diri Anda sendiri.

 

Cerita Motivasi – Cintai Semua Nyawa

“Apakah kamu merasa lebih baik hari ini?”” tanya Fan. Ia tahu istrinya menderita TBC, dan tidak mudah untuk disembuhkan, tetapi dia menjaganya dengan lembut dan sepenuh hati. “Terima….kasih..atas…perhatianmu,” istrinya berkata terengah-engah, dengan mimik sangat kesakitan.
Fan meminta dokter terbaik di Chingk’ou, Chen Shihying untuk mengobati istrinya. Dokter Chen memeriksa istrinya dengan hati-hati dan menyuruh Fan untuk menunggu.
“Ada satu cara untuk mengobatinya, karena dia cukup parah,” Kata dokter tersebut. “Ambil seratus kepala burung pipit, dan buat mereka menjadi obat sesuai resep ini. Kemudian pada hari ketiga dan ketujuh makan otak burung pipit tersebut. Itu adalah caranya. Ini merupakan rahasia turun-temurun dari nenek moyangku, dan tidak pernah gagal. Tetapi ingat, kamu harus mempunyai seratus burung pipit. Kamu bahkan tidak boleh kekurangan satu pun.”
Fan ingin sekali menolong istrinya, sehingga dia langsung pergi membeli seratus burung pipit. Burung-burung itu berdesakan dalam satu sangkar yang besar. Mereka menciap-ciap dan berlompatan sangat memilukan, sebab tempatnya terlalu sempit bagi mereka untuk menikmati diri mereka sendiri. Bahkan mungkin mereka tahu kalau mereka akan dibunuh.
““Apa yang kau lakukan pada burung-burung tersebut?”” tanya Nyonya Fan.
““Ini adalah resep spesial dokter Chen! Kita akan membuat mereka menjadi obat dan kamu akan segera sembuh,”” suaminya dengan gembira menjawab.
““Tidak, jangan lakukan itu!” Nyonya Fan duduk di atas ranjangnya. “Kamu tidak boleh mengambil seratus nyawa untuk menyelamatkan satu nyawa saya! Saya lebih baik mati daripada membiarkan kamu membunuh semua burung pipit itu untukku!””
Fan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
““Jika kamu benar-benar mencintai saya,”” istrinya melanjutkan, “”Lakukan sesuai permintaan saya. Buka sangkarnya dan lepaskan semua burung pipit itu pergi. Lalu jika saya mati, maka saya akan meninggal dengan tentram.””
Apa yang dapat Fan lakukan? Fan mengambil sangkar itu dan dia bawa ke hutan kemudian dia membebaskan semua seratus burung pipit itu. Mereka terbang ke dalam semak-semak dan pohon-pohon dan bernyanyi serta berciap-ciap. Mereka terlihat dan bersuara seperti amat senang karena bebas.
Dalam beberapa hari, Nyonya Fan dapat bangun dari ranjang lagi, walaupun dia tidak minum obat apa pun.
Teman-teman dan saudara-saudaranya berdatangan untuk menyelamatinya karena kesembuhannya yang cepat dan relatif singkat dari penyakit yang mengerikan itu. Semuanya sangat senang.
Tahun berikutnya, keluarga Fan mendapat bayi laki-laki. Dia amat sehat dan lucu, tetapi yang lucu adalah di setiap lengannya terdapat sebuah tanda lahir berbentuk seperti burung pipit.
(Disadur dari buku “Mencintai Kehidupan”)

 

Cerita Motivasi – Seekor Kura-Kura

Seorang nenek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk dibawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.
“Cara demikian tidak akan berhasil, nak!” kata nenek. “Saya akan coba mengajarimu.”
Mereka pulang. Sang nenek mencoba meletakkan kura-kura didekat perapian. Beberapa menit kemudian kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.
“Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, nak!”, nasehat nenek. “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”
Ingatlah selalu nasehat nenek diatas bila anda merasa mulai dijauhi oleh teman, pacar atau bahkan isteri anda!

 

Cerita Inspirasi – Lima Menit Lagi

Ada seorang nenek yg duduk di dekat seorang pria. Mereka sedang mengamati anak dan cucunya bermain di taman kota.
“Lihatlah, gadis kecil yg berbaju kuning itu cucuku,” kata sang nenek sambil menunjuk ke arah gadis kecil yg sedang bermain ayunan.
“Wah cantik sekali cucu anda,” jawab pria itu. “Anda lihat anak laki-laki yg sedang bermain pasir mengenakan jaket berwarna cokelat? Dia anakku,” ujar pria itu.
Sambil memandangi jam tangannya, pria itu memanggil anaknya dan menyuruhnya untuk segera pulang.
“Ayah, beri aku waktu lima menit lagi ya. Aku belum puas bermain,” kata anaknya dengan wajah memelas.
“Baiklah, lima menit lagi,” jawabnya.
Sang anak kembali bermain pasir dengan riangnya. Lima menit kemudian, pria itu berdiri dan memanggil anaknya kembali, “Nak, ayo pulang, sudah lima menit berlalu.”
Lagi-lagi anaknya memohon, “Ayah, lima menit lagi ya. Kan hanya lima menit saja. Boleh ya, ayah.”
Pria itu hanya menggangguk menyetujui permintaan anaknya.
“Wah, anda ternyata seorang ayah yg sabar ya,” kata nenek itu.
Pria itupun terseyum kecil lalu menjawab, “Anak sulungku terbunuh oleh sopir yg ugal-ugalan saat sedang bermain di taman. Aku tidak pernah mempunyai waktu yg cukup untuk menemainya bermain. Untuk sekarang ini, aku akan memberikan seluruh waktuku yg ada untuk anakku meskipun hanya lima menit lagi. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yg sama.
Mungkin bagi anakku, dia mendapat bonus waktu lima menit untuk bermain pasir, bermain ayunan dan bermain yg lainnya. Padahal sesungguhnya akulah yg mendapat waktu tambahan untuk bisa terus melihatnya bermain, menikmati kebersamaan dan melihat canda tawanya.”
Hidup ini bukanlah suatu perlombaan. Hidup adalah tentang membuat skala prioritas. Prioritas apa yg kita miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yg kita kasihi, lima menit saja dari waktu yg kita miliki dan kita pastilah tidak akan menyesal selamanya.

 

Cerita Motivasi – Air Yang Pahit

Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.
Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengar dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu mengambil segelas air.
Ditaburkanlah serbuk pahit itu ke dlm gelas & diaduk perlahan,
”Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?” Ujar pak tua
“Pahit sekali…..” Jawab pemuda itu.
Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.
Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampailah mereka berdua ke tepi danau yg tenang itu.
Sesampai disana, pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke danau itu dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya,
“Coba ambir air dari danau itu & minumlah”
Saat si pemuda mereguk air itu, pak tua bertanya lag, “Bagaimana rasanya…?”
“Segar….” sahut si pemuda….
” Apakah kamu merasakan pahit di dlm air itu?” Tanya pak tua itu
” Tidak….” Sahut pemuda itu.
Pak tua itu tertawa sambil berkata
“Anak muda…”
Dengarkan baik2, pahitnya kehidupan sama sperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama & mmg akan tetap sama.
Tapi “INGAT..” kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki.
* Jadi saat kita merasakan kepahitan & kegagalan dlm hidup, hanya ada satu yg kita dapat lakukan:
“Luaskan & perbesar kapasitas hatimu utk menampung setiap kepahitan itu” Hati kita adalah wadah itu.
Jgn jadikan hati kita seperti gelas, tapi buatlah hati kita seperti danau yg besar & mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.